Prototipe Sistem Monitoring Kualitas Tepung Sagu Berbasis Iot Blynk Untuk Evaluasi Parameter Kadar Air Dan Kelembapan

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Saadatul Husna
Tino Suhaebri
Arya Maulana Saputra
Asma Ainuddin

Abstract

Tepung sagu merupakan salah satu bahan pangan lokal yang banyak digunakan di Indonesia, namun kualitasnya sangat dipengaruhi oleh kadar air dan kelembapan selama proses penyimpanan. Kadar air yang tinggi dapat menyebabkan penurunan mutu, pertumbuhan mikroba, dan tidak terpenuhinya standar SNI 3729:2008, sehingga diperlukan sistem pemantauan yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem monitoring kualitas tepung sagu berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan sensor DHT22 yang terhubung ke mikrokontroler ESP32-S3 dan Blynk Cloud untuk pemantauan real-time. Hasil laboratorium menunjukkan kadar air sebesar 15,17%, kadar abu 0,31%, dan angka lempeng total 4,7 × 10³ CFU/g, dengan kadar air melebihi batas standar ≤13%. Data pembacaan IoT menunjukkan kelembapan 68–83% RH dan suhu 28,5–33,2 °C, dengan korelasi kuat terhadap kadar air laboratorium (R² = 0,94). Peningkatan kelembapan di atas 70% RH terbukti menaikkan kadar air estimasi hingga 16,9%, menandakan sistem mampu mendeteksi potensi penurunan mutu secara preventif. Sistem ini efektif untuk pemantauan digital kualitas tepung sagu dan berpotensi dikembangkan menjadi sistem otomatisasi pengeringan dan kontrol kelembapan pada industri pangan berbasis IoT. 

##plugins.themes.academic_pro.article.details##